slot gacor

mahjong ways

mahjong ways

slot 77

depo 10k

Jurnal Tropika Mozaika http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika <p>Jurnal Tropika Mozaika mengekspos dan mempublikasikan individu organisme, jenis, populasi dan komunitas organisme dari lokasi-lokasi tertentu yang terawetkan, tersisa dalam ekosistem alami, kurang dikenal atau tidak dikenal dan terlepas dari perhatian publik karena terdesaknya habitat atau minimnya riset.</p> <p> </p> Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta en-US Jurnal Tropika Mozaika 2963-8151 <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">CC Attribution-ShareAlike 4.0</a></p> Inventarisasi Tumbuhan Paku di Desa Cengkehan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika/article/view/2 <p>Indonesia merupakan Negara yang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu keanekaragaman flora di Indonesia adalah tumbuhan paku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil inventarisasi tumbuhan paku yang ada di Dusun Cengkehan Yogyakarta. Inventarisasi tumbuhan dilakukan dengan mendata tumbuhan paku yang telah didapat di Dusun Cengkehan. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 30 spesies dari 19 Genus dan 12 famili tumbuhan Paku. Tumbuhan paku hasil penelitian ini hidup dalam beberapa habitat dengan hasil yang dominan yaitu hidup diatas permukaan tanah.</p> Fatimah Azzahro Copyright (c) 2022 Tropika Mozaika 2022-07-26 2022-07-26 1 1 Keanekaragaman Cendawan Di Desa Bleber, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika/article/view/3 <p>Cendawan merupakan jenis jamur yang tergolong makroskopis yang memiliki habitat di tempat lembab. Di Indonesia masih banyak spesies jamur makroskopis yang belum ditemukan dan diidentifikasi selain itu, cendawan juga berperan penting dalam ekosistem hutan. Desa bleber merupakan salah satu desa di Jawa Tengah yang termasuk dalam wilayah perbukitan yang masih terdapat banyak hutan dengan pohon-pohon besar, tajuk yang rapat dan lantai hutan yang dipenuhi serasah serta kebun milik warga yang masih asri sehingga memungkinkan banyak ditumbuhi cendawan karena memiliki kondisi lingkungan yang cocok untuk habitat cendawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman cendawan yang ada di desa Bleber Bener Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik plot tunggal dan peletakan plot secara sengaja (<em>Purposive Sampling</em>) mengikuti keberadaan cendawan, serta mengambil sampel spesimen cendawan di kawasan desa Bleber untuk dilakukan pengamatan mikroskopis berupa hifa dan spora cendawan. Hasil penelitian keanekaragaman memperoleh 33 spesies cendawan yang tergolong dalam 2 filum yaitu Ascomycota dan Basidiomycota, serta terdiri dari 11 ordo dan 25 famili. Cendawan yang paling banyak ditemukan berasal dari filum Basidiomycota pada ordo Agaricales. Keanekaragaman Cendawan di Desa Bleber termasuk dalam kategori sedang (H’ = 2,3383), indeks kemerataan termasuk dalam kategori tinggi (e = 0,6687), dan indeks dominansi menunjukkan bahwa di desa tersebut jenis-jenis cendawan tidak ada yang mendominasi (C = 0,2032)</p> Anya Via Febriani Copyright (c) 2022 Tropika Mozaika 2022-07-26 2022-07-26 1 1 Preparasi Rangka Utuh (Whole-Mount Skeleton) Vertebrata Kecil untuk Aktivitas Sains Sekolah http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika/article/view/4 <p>Langkah pertama pada hampir semua penelitian fenotip rangka adalah preparasi rangka utuh. Pewarnaan kerangka keseluruhan memungkinkan evaluasi bentuk dan ukuran elemen kerangka di lokasi yang sesuai. Metode ini dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran skeleton di sekolah menengah. Pengajaran sistem rangka akan lebih atraktif jika menggunakan spesimen asli atau awetan berbanding menggunakan buku/sumber internet. Pengamatan langsung memegang peranan penting dalam pemahaman siswa tentang fenomena biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan preparasi rangka utuh &nbsp;vertebrata kecil dengan pewarna Alizarin Red S sebagai suatu aktivitas sains di sekolah dan menghasilkan preparat skeleton sebagai sumber belajar sistem rangka. Spesimen diwarnai melalui beberapa tahapan yaitu dikuliti, difiksasi, diwarnai, dijernihkan dan disimpan dalam gliserin. Spesimen ini merupakan alternatif yang kreatif bagi pembelajaran sistem rangka di sekolah menengah</p> Muhammad Ja'far Luthfi Copyright (c) 2022 Tropika Mozaika 2022-07-26 2022-07-26 1 1 Karakter Morfologi Carica pubescens dari Dataran Tinggi Dieng http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika/article/view/5 <p>Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik morfologi tumbuhan <em>Carica pubescens</em> di Daratan Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan studi literatur. Pengamatan karakter morfologi dilakukan di lapangan dan dilanjutkan di laboratorium. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Sikunang, sedangkan penelitian laboratorium dilakukan di Laboratorium IPA SMP N 3 Watumalang. Penelitian ini mengamati 7 karakter morfologi yaitu Daun, Batang, Akar, Kuncup, Bunga, Buah, dan Biji tumbuhan <em>Carica pubescens</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi <em>Carica pubescens</em> di Dataran Tinggi Dieng memiliki rambut- rambut halus disemua organ tubuh tumbuhannya, paling banyak ditemukan pada helaian daun dan tangkai daun. Rambut- rambut halus tersebut merupakan tikoma dengan bentuk trikoma non glandular.</p> Dykha Savita Copyright (c) 2022 Tropika Mozaika 2022-07-26 2022-07-26 1 1 Identifikasi Jenis Lumut Di Pekarangan Rumah Dusun Puyang Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta http://ejournal.uin-suka.net/index.php/mozaika/article/view/1 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati, termasuk keanekaragaman lumut. Dusun Puyang, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah&nbsp; yang dekat dengan Pegunungan Menoreh yang memiliki kondisi lingkungan yang khas. Udara sejuk dan cenderung lembap merupakan habitat baik bagi tumbuhnya lumut. Tumbuhan lumut mudah ditemukan di lingkungan sekitar, termasuk di pekarangan rumah Dusun Puyang. Lumut merupakan tumbuhan kelas rendah, dimana untuk mengidentifikasinya memiliki kesulitan tersendiri terutama dalam mencari literatur yang sesuai. Selain itu, tumbuh lumut yang kecil dan bagian tumbuh yang berupa talus juga memberikan kesulitan tersendiri. Di Indonesia publikasi hasil penelitian masih sedikit dibandingkan dengan bangsa lain. Pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati merupakan hal yang penting untuk tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang dimiliki Bangsa Indonesia. Kesulitan dalam identifikasi dan belum banyaknya publikasi mengenai lumut di Indonesia mendorog penulis untuk melakukan penelitian ini. Penelitian menggunakan metode eksplorasi untuk mendapatkan sampel lumut, kemudian diidentifikasi dengan literatur yang sesuai.&nbsp; Hasil penelitian lumut di pekaranagn rumah Dusun Puyang yang 24 genus lumut dalam 20 famili. Penulisan artikel ini untuk mempublikasikan hasil penelitian identifikasi lumut di Dusun Puyang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Identifikasi, Bryophyta, Yogyakarta</p> AgathaYolanda Copyright (c) 2022 Tropika Mozaika 2022-07-25 2022-07-25 1 1